BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Makanan adalah
komponen mutlak yang diperlukan oleh semua makhluk hidup. Menciptakan produk
makanan yang ekonomis serta penuh gizi sangat diperlukan untuk meningkatkan
kesejahteraan pangan bagi seluruh masyarakat. Baik masyarakat ekonomi rendah
maupun masyarakat ekonomi tinggi.
Peningkatan
produksi pangan tidak terlepas dari peran generasi muda yang didukung dengan
peningkatan dibidang teknologi dan pengetahuan. Maka, manusia semakin mudah
dalam mengembangkan potensi dirinya lewat berbagai hobi, salah satunya adalah
memasak.
Perkembangan jumlah penduduk
yang begitu cepat merupakan pemicu utama terjadinya kelaparan dan gizi
buruk, berbagai kegiatan industri makanan dilakukan secara besar-besaran untuk
memenuhi kebutuhan pangan manusia. Namun, hasil olahan dari industri makanan
terkadang banyak mengandung bahan kimia
berbahaya dan tidak mengandung gizi yang cukup.
Melihat berbagai keunggulan dari produk
makanan, maka wajar jika penyusun tertarik untuk menciptakan produk makanan
yang ekonomis serta mengandung gizi salah satunya dengan membuat manisan
lidah buaya ini.
1.2 Rumusan
Masalah
Untuk mempermudah dan memperjelas arah
percobaan kami maka perlu adanya suatu rumusan masalah sebagai suatu prioritas
dari percobaan kami. Adapun bentuk rumusan masalah tersebut sebagai berikut:
1.
Seberapa
ekonomiskah penggunaan lidah buaya sebagai bahan makanan?
2.
Bagimana
tanggapan masyarakat terhadap manisan lidah buaya ini ?
1.3 Tujuan
Adapun hal-hal yang menjadi
tujuan kami dalam melaksanakan percobaan ini adalah:
1.
Menciptakan suatu
makanan dari bahan dasar yang
mudah didapat, ekonomis dan mengandung gizi.
2.
Membangkitkan
semangat generasi muda untuk berkarya.
3. Memotifasi
masyarakat untuk mengembangkan ide-ide jenius.
1.4 Manfaat
Manfaat
percobaan ini adalah:
1.
Dapat memberi
pertimbangan kepada masyarakat untuk mulai mengembangkan pengolahan lidah buaya
ini.
2.
memberikan
masukan kepada pemerintah untuk dapat dijadikan alternatif makanan pokok yang
dapat diproduksi secara masal.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori
Manisan adalah makanan yang mempunyai cita rasa yang khas dari
makanan lainnya.Selain rasanya manis ,manisan juga memiliki manfaat yang banyak,misalnya sebagai obat
untuk penyakit tertentu (dr.Setiawan Dalimartha,2009:25)
Dalam lidah buaya mengandung vitamin B6 yang berguna untuk metabolisme
tubuh(Dapur Mlanding.com)
Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dan
diobati oleh lidah buaya antara lain diare,bisul dan
luka bakar(Senior No.402 30 Maret-05 April 2007).
Pembuatan manisan lidah
buaya telah
menghasilkan sesuatu yang baru untuk mengembangkan makanan yang tergolong
ekonomis,praktis dan bergizi. Kandungan gizi yang dikandung antara lain mengandung asam
amino,karbohidrat,lemak ,air,mineral ,vitamin C,B2,B3,B12,asam folat dan zinc.( Senior No.402 30 Maret-05
April 2007).
BAB III
METODE PENULISAN
A. Waktu Dan Tempat
Waktu pembuatan pada tanggal 09
Februari2012. Pukul 14.00-17.00
WIB. Tempat yang digunakan adalah penulis dengan fasilitas yang tersedia.
B. Unit Analisa
Unit analisa adalah suatu unit atau
entitas yang hendak di teliti atau di analisa. Pada penelitian ini , unit
analisa yang ditentukan adalah membuat manisan
lidah buaya yang berasal dari bahan yang
mudah di peroleh tetapi memiliki manfaat yang melimpah.
C. Teknik
Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data dalam
penelitian ini, ditempuh melalui 2 tahap yaitu :
1. Penelitian
Kepustakaan (Library Research)
Dalam
penelitian kepustakaan ini, penulis mengkaji sejumlah referensi berupa buku –
buku atau mencari sumber data dan informasi ilmiah yang dianggap mempunyai
kaitan dengan judul penelitian.
2. Observasi
eksperimental
Dalam obsevasi eksperimental,
informasi didapatkan dengan cara mengamati skema visual disertai dengan
perhatian khusus, kemudian dilakukan kegiatan pencatatan untuk membantu
memperoleh data sebanyak mungkin, baik data primer maupun data sekunder
dilakukan dengan cara : dokumentasi, eksperimen, dan studi pustaka.
D. Sumber Data
Berdasarkan sumbernya data pada penelitian ini menggunakan data
primer yang di peroleh langsung dari sumbernya dan data sekunder yang berasal
dari satu atau lebih penelitian sendiri, sehingga penggunaanya memerlukan
adanya pemeriksaan yang teliti.
E. Populasi Dan Sampel Penelitian
Populasi adalah keseluruhan objek yang
harus diteliti, karena hasil generalisasi penelitian diberlakukan terhadap
keseluruhan objek tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah
lidah buaya.
Sampel adalah bagian dari
populasi yang dianggap dapat mewakili (representative) keadaan sesungguhnya
dari segenap objek pada populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah
bahan-bahan yang di perlukan dalam pembuatanmanisan
lidah buaya.
F.
Teknik Pembuatan
1. Alat dan Bahan
·
Lidah Buaya(1
Kg)
·
Ember
·
Gula
·
Pisau
·
Air
·
Air kapur
·
Kompor
·
Panci
2. Langkah Kerja
a. Siapkan
alat dan bahan untuk membuat manisan lidah buaya
b. Kupaslah
kulit lidah buaya
c
j.
Tunggu hingga 10 menit sambil sesekali di aduk agar matang mie merata
k.Tiriskan
mie di saringan dan beri sedikit minyak agar tidak saling melekat satu sama
lain
l.
Mie siap di olah
BAB IV
ANALISIS DATA
A.Teknik Analisa Data
Dalam percobaan ini analisis data yang
digunakan adalah analisis data deskriptif dan biasanya digunakan dalam segala jenis bidang termasuk
percobaan.
Jadi dalam percobaan deskriptif,pengujian
percobaan dibandingkan kriteria atau standart yang sudah ditetapkan terlebih
dahulu pada waktu penyusunan desain percobaan.
B. Hasil dan Pembahasan
Hasil
yang diperoleh dalam percobaan ini adalah terciptanya makanan yang
ekonomis,praktis dan bergizi.Disisi lain terdapat banyak manfaat yang
dikandungnya, antara lain sebagai makanan yang dapat menyembuhkan diare,mengatasi
bisul dan luka bakar.
TABEL 1
Data
pembuatan mie
NO
|
KEADAAN
|
KETERANGAN
|
1.
|
Umbi talas yang baru diambil
dari tanamannya
|
Masih terdapat getah
|
2.
|
Setelah dicuci
|
Keadaan umbi menjadi bersih
|
3.
|
Saat direbus
|
Tekstur umbi talas menjadi
lunak
|
4.
|
Saat dikupas
|
Umbi menjadi bersih
|
5.
|
Saat ditumbuk
|
Umbi menjadi halus
|
6.
|
Saat dicampur
dengan tepung terigu,telur,air kapur dan garam
|
Umbi menjadi
adonan mie yang siap digiling
|
7.
|
Saat digiling
|
Menjadi pipih dan
berbentuk kecil memanjang
|
8.
|
Saat direbus
|
Mie menjadi
matang
|
9.
|
Setelah
ditiriskan
|
Kadar air mie
menjadi berkurang dan mie siap diolah
|
C. Tanggapan Masyarakat
Tanggapan masyarakat menunjukkan antusias
yang cukup besar mengenai pembuatan mie umbi talas,seperti salah satu responden
kami,pembuatan ini harus dikembangkan lagi karena ke depannya akan semakin
disukai banyak orang.
TABEL 2
Perkiraan antusias siswa SMAN 1 Kertosono terhadap
pembuatan mie umbi talas
NO
|
KELAS
|
PRESENTASE
|
1
|
X-4
|
90%
|
2
|
X-7
|
85%
|
3
|
X-8
|
90%
|
4
|
X-9
|
90%
|
D.
Prospek ke depan
Pembuatan mie
umbi talas ini mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam bidang pangan pada
khususnya, sebab mie ini mempunyai nilai positif bagi masyarakat. Serta dapat
dijadikan masukan kepada pemerintah untuk menjadikan mie umbi talas sebagai alternatif
makanan pokok yang dapat diproduksi secara masal.
BAB
V
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan uraian di
atas, dapat di tarik kesimpulan bahwa kegiatan membuat mie umbi talas :
1. Lebih
efisien dalam pembuatannya.
2. Lebih
mudah dalam mencari bahan-bahan yang digunakan, mengandung gizi dan mempunyai
banyak manfaat
3. Masyarakat
sangat tertarik dengan pembuatan mie umbi talas yang telah kami buat.
4.
Sangat
menguntungkan bagi masyarakat tingkat ekonomi sedang maupun rendah.
Saran
Oleh karena itu hasil
percobaan yang kami lakukan dapat menjadi salah satu alternatif untuk
memulai mengembangkan pembuatan mie umbi talas.
Karena umbi talas mempunyai manfaat bagi tubuh
kita.
terimaksih informasinya :)
BalasHapus