Senin, 22 Desember 2014

Pembuatan Mie Umbi Talas




BAB I                                             
PENDAHULUAN
1.1             Latar Belakang Masalah
     Makanan adalah komponen mutlak yang diperlukan oleh semua makhluk hidup. Menciptakan produk makanan yang ekonomis serta penuh gizi sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan pangan bagi seluruh masyarakat. Baik masyarakat ekonomi rendah maupun masyarakat ekonomi tinggi.
     Peningkatan produksi pangan tidak terlepas dari peran generasi muda yang didukung dengan peningkatan dibidang teknologi dan pengetahuan. Maka, manusia semakin mudah dalam mengembangkan potensi dirinya lewat berbagai hobi, salah satunya adalah memasak.
     Perkembangan jumlah penduduk  yang begitu cepat merupakan pemicu utama terjadinya kelaparan dan gizi buruk, berbagai kegiatan industri makanan dilakukan secara besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. Namun, hasil olahan dari industri makanan terkadang banyak  mengandung bahan kimia berbahaya dan tidak mengandung gizi yang cukup.
     Melihat berbagai keunggulan dari produk makanan, maka wajar jika penyusun tertarik untuk menciptakan produk makanan yang ekonomis serta mengandung gizi salah satunya dengan membuat manisan lidah buaya ini.
1.2 Rumusan Masalah
        Untuk mempermudah dan memperjelas arah percobaan kami maka perlu adanya suatu rumusan masalah sebagai suatu prioritas dari percobaan kami. Adapun bentuk rumusan masalah tersebut sebagai berikut:
1.      Seberapa ekonomiskah penggunaan lidah buaya sebagai bahan makanan?
2.      Bagimana tanggapan masyarakat terhadap manisan lidah buaya ini ?





1.3 Tujuan
Adapun hal-hal yang menjadi tujuan kami dalam melaksanakan percobaan ini adalah:
1.      Menciptakan suatu makanan dari bahan dasar yang mudah didapat, ekonomis dan mengandung gizi.
2.      Membangkitkan semangat generasi muda untuk berkarya.
3.      Memotifasi masyarakat untuk mengembangkan ide-ide jenius.
1.4 Manfaat
Manfaat percobaan ini adalah:
1.      Dapat memberi pertimbangan kepada masyarakat untuk mulai mengembangkan pengolahan lidah buaya ini.
2.      memberikan masukan kepada pemerintah untuk dapat dijadikan alternatif makanan pokok yang dapat diproduksi secara masal.
     








 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori
Manisan adalah makanan yang mempunyai cita rasa yang khas dari makanan lainnya.Selain rasanya manis ,manisan juga memiliki manfaat yang banyak,misalnya sebagai obat untuk penyakit tertentu (dr.Setiawan Dalimartha,2009:25)
Dalam lidah buaya mengandung vitamin B6 yang berguna untuk metabolisme tubuh(Dapur Mlanding.com)
     Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dan diobati oleh lidah buaya antara lain diare,bisul dan luka bakar(Senior No.402 30 Maret-05 April 2007).
Pembuatan manisan lidah buaya telah menghasilkan sesuatu yang baru untuk mengembangkan makanan yang tergolong ekonomis,praktis dan bergizi. Kandungan gizi yang dikandung antara lain  mengandung asam amino,karbohidrat,lemak ,air,mineral ,vitamin C,B2,B3,B12,asam folat dan zinc.( Senior No.402 30 Maret-05 April 2007).

















BAB III
METODE PENULISAN
A. Waktu Dan Tempat
      Waktu pembuatan pada tanggal 09 Februari2012. Pukul 14.00-17.00 WIB. Tempat yang digunakan adalah penulis dengan fasilitas yang tersedia.
B. Unit Analisa
      Unit analisa adalah suatu unit atau entitas yang hendak di teliti atau di analisa. Pada penelitian ini , unit analisa yang ditentukan adalah membuat manisan lidah buaya yang berasal dari bahan yang mudah di peroleh tetapi memiliki manfaat yang melimpah.
C.  Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, ditempuh melalui 2 tahap yaitu :
1.      Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Dalam penelitian kepustakaan ini, penulis mengkaji sejumlah referensi berupa buku – buku atau mencari sumber data dan informasi ilmiah yang dianggap mempunyai kaitan dengan judul penelitian.
2.      Observasi eksperimental
Dalam obsevasi eksperimental, informasi didapatkan dengan cara mengamati skema visual disertai dengan perhatian khusus, kemudian dilakukan kegiatan pencatatan untuk membantu memperoleh data sebanyak mungkin, baik data primer maupun data sekunder dilakukan dengan cara : dokumentasi, eksperimen, dan studi pustaka.
D. Sumber Data
      Berdasarkan sumbernya data pada penelitian ini menggunakan data primer yang di peroleh langsung dari sumbernya dan data sekunder yang berasal dari satu atau lebih penelitian sendiri, sehingga penggunaanya memerlukan adanya  pemeriksaan yang teliti.
E. Populasi Dan Sampel Penelitian
     Populasi adalah keseluruhan objek yang harus diteliti, karena hasil generalisasi penelitian diberlakukan terhadap keseluruhan objek tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah lidah buaya.
Sampel adalah bagian dari populasi yang dianggap dapat mewakili (representative) keadaan sesungguhnya dari segenap objek pada populasi tersebut. Sampel dalam penelitian ini adalah bahan-bahan yang di perlukan dalam pembuatanmanisan lidah buaya.
F. Teknik Pembuatan
            1. Alat dan Bahan
·         Lidah Buaya(1 Kg)
·         Ember
·         Gula
·         Pisau
·         Air
·         Air kapur
·         Kompor
·         Panci

            2. Langkah Kerja
a. Siapkan alat dan bahan untuk membuat manisan lidah buaya
b. Kupaslah kulit lidah buaya
c
j. Tunggu hingga 10 menit sambil sesekali di aduk agar matang mie merata
k.Tiriskan mie di saringan dan beri sedikit minyak agar tidak saling melekat satu sama lain
l. Mie siap di olah


BAB IV
ANALISIS DATA
A.Teknik Analisa Data
      Dalam percobaan ini analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif dan biasanya digunakan dalam segala jenis bidang termasuk percobaan.
      Jadi dalam percobaan deskriptif,pengujian percobaan dibandingkan kriteria atau standart yang sudah ditetapkan terlebih dahulu pada waktu penyusunan desain percobaan.
B. Hasil dan Pembahasan
Hasil yang diperoleh dalam percobaan ini adalah terciptanya makanan yang ekonomis,praktis dan bergizi.Disisi lain terdapat banyak manfaat yang dikandungnya,  antara lain sebagai makanan yang dapat menyembuhkan diare,mengatasi bisul dan luka bakar.
TABEL 1
Data pembuatan mie
NO
KEADAAN
KETERANGAN
1.
Umbi talas yang baru diambil dari tanamannya
Masih terdapat getah
2.
Setelah dicuci
Keadaan umbi menjadi bersih
3.
Saat direbus
Tekstur umbi talas menjadi lunak
4.
Saat dikupas
 Umbi menjadi bersih
5.
Saat ditumbuk
Umbi menjadi halus
6.
Saat dicampur dengan tepung terigu,telur,air kapur  dan garam
Umbi menjadi adonan mie yang siap digiling
7.
Saat digiling
Menjadi pipih dan berbentuk kecil memanjang
8.
Saat direbus
Mie menjadi matang
9.
Setelah ditiriskan
Kadar air mie menjadi berkurang dan mie siap diolah

C. Tanggapan Masyarakat
      Tanggapan masyarakat menunjukkan antusias yang cukup besar mengenai pembuatan mie umbi talas,seperti salah satu responden kami,pembuatan ini harus dikembangkan lagi karena ke depannya akan semakin disukai banyak orang.
TABEL 2
Perkiraan antusias siswa SMAN 1 Kertosono terhadap pembuatan mie umbi talas
NO
KELAS
PRESENTASE
1
X-4
90%
2
X-7
85%
3
X-8
90%
4
X-9
90%

D. Prospek ke depan
Pembuatan mie umbi talas ini mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam bidang pangan pada khususnya, sebab mie ini mempunyai nilai positif bagi masyarakat. Serta dapat dijadikan masukan kepada pemerintah untuk menjadikan mie umbi talas sebagai alternatif makanan pokok yang dapat diproduksi secara masal.
     





BAB V
PENUTUP
        Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas, dapat di tarik kesimpulan bahwa kegiatan membuat mie umbi talas :
1.      Lebih efisien dalam pembuatannya.
2.      Lebih mudah dalam mencari bahan-bahan yang digunakan, mengandung gizi dan mempunyai banyak manfaat
3.      Masyarakat sangat tertarik dengan pembuatan mie umbi talas yang telah kami buat.
4.      Sangat menguntungkan bagi masyarakat tingkat ekonomi sedang maupun rendah.
        Saran
Oleh karena itu hasil percobaan yang kami lakukan dapat menjadi salah satu alternatif untuk memulai mengembangkan pembuatan mie umbi talas. Karena umbi talas mempunyai manfaat bagi tubuh kita.













1 komentar: