PRO DAN KONTRA TEORI EVOLUSI
Disusun untuk menyelesaikan
tugas Biologi
Universitas Negeri
Surabaya

Oleh
NURUL
SHOLIHAH
Pend.Biologi
A 2014
(14030204013)
Jurusan Biologi
Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri
Surabaya
2014
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur
saya ucapkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa. Berkat limpahan rahmat dan karuniaNya,saya dapat menyelesaikan penulisan makalah ini yang berjudul “Pro dan Kontra
Teori Evolusi(Asal-usul Kehidupan)“ makalah ini disusun untuk menyelesaikan
tugas Biologi Universitas Negeri Surabaya. Keberhasilan penulisan ini tidak lepas
dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu penulis menyampaikan
terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Dra.Isnawati,M.Si selaku dosen mata kuliah
evolusi Universitas Negeri Surabaya.
Penyusun menyadari
bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Untuk
itu saya mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan di hati para pembaca
sekalian. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca. Terimakasih.
Surabaya,17 Desember 2014
Penyusun
DAFTAR ISI
Cover.........................................................................................................................i
Kata Pengantar.........................................................................................................ii
Daftar Isi.................................................................................................................iii
BAB I Pendahuluan..................................................................................................1
1.1
Latar Belakang ......................................................................................1
1.2
Rumusan Masalah..................................................................................2
1.3
Tujuan Penulisan....................................................................................2
BAB II Kajian
Teori................................................................................................3
2.1
Pengertian teori evolusi..........................................................................3
2.2
Perkembangan teori evolusi...................................................................4
2.3
Teori evolusi...........................................................................................7
2.4
Faktor-faktor yang
mempengaruhi evolusi...........................................7
BAB III Pembahasan................................................................................................9
3.1 Pro dan kontra
teori evolusi...................................................................9
3.2 Pandangan islam tentang
teori evolusi.................................................14
BAB IV
Penutup....................................................................................................15
4.1
Kesimpulan..........................................................................................15
4.2
Saran.....................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Secara umum dapat kita ketahui bahwa pada zaman
modern ini, khususnya manusia telah mempelajari
berbagai
macam perkembngan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu ilmu pengetahuan itu adalah ilmu
pengetahuan alam, namun pada kenyataannya manusia selalu mendapatkan masalah dan
perbedaan pendapat mengenai suatu penelitiannya yang berkaitan dengan ilmu
pengetahuan alam seperti halnya dalam melakukan penelitian terhadap asal usul
kehidupan.
Penelitian terhadap asal usul kehidupan ini , menimbulkan permasalahan dari sejak berabad-abad tahun
yang lalu sampai sekarang. karena pada umumnya biologi adalah ilmu yang
mempelajari tentang alam dan mahluk hidup yang ada disekitarnya. Ilmu yang
mempelajari tentang asal-usul kehidupan ini disebut dengan evolusi.
Evolusi
dalam kajian biologi berarti perubahan pada pewarisan sifat suatu populasi
organisme gen yang diwariskan kepada keturunannya ,sehingga menjadi bervariasi
dalam suatu populasi.
jika
berbicara tentang evolusi tentu tidak akan lepas dari dinamika pro dan kontra teori-teori evolusi.
Oleh karena itu, melalui makalah ini
penulis ingin menjelaskan dan menyampaikan beberapa pendapat para ahli mengenai
asal usul kehidupan dan teori-teori evolusi itu sendiri.
1.2
Rumusan
Masalah
Untuk mempermudah dan memperjelas arah pembahasan
ini maka perlu adanya suatu rumusan masalah.
Adapun bentuk rumusan masalah tersebut sebagai
berikut:
1.
Bagaimana penjelasan mengenai teori
evolusi ?
2.
Bagaimana
mekanisme perkembangan teori evolusi ?
3.
Fakta apa saja yang menentang teori evolusi
(pro-kontra dalam teori evolusi) ?
1.3
Tujuan
Adapun hal-hal yang menjadi tujuan dalam pembahasan ini adalah:
1.
Dapat mengetahui pengertian serta penjelasan dari
evolusi
2.
Dapat mengetahui dan memahami berbagai macam teori
evolusi
3. Dapat
mengetahui bagaimana mekanisme perkembangan evolusi
4.
Dapat mengetahui fakta-fakta yang
menentang teori evolusi (pro-kontra dari teori evolusi)
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1
Pengertian Evolusi
Evolusi merupakan kata yang berasal
dari bahasa latin yang artinya membuka lapisan, kemudian bahasa itu diserap
menjadi bahasa inggrisevolution yang berarti perkembangan secara bertahap
artinya bahwa evolusi adalah perubahan secara bertahap dalam waktu lama akibat
seleksi alam pada variasi gen dalam suatu individu / spesies yang menghasilkan
perkembangan spesies baru.
Sedangkan berdasaarkan ilmu biologi, evolusi merupakan
cabang biologi yang mempelajari sejarah asal usul makhluk hidup dan keterkaitan
genetik antara makhluk hidup satu dfengan yang lainnya. Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi,
reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi
bervariasi dalam suatu populasi. Terdapat 2 macam evolusi yaitu :
1. Evolusi progresif yaitu evolusi
menuju pada kemungkinan dapat bertahan
hidup (survive).
2. Evolusi regresif retrogreslf yaitu evolusi
menuju pada kemungkinan menjadi punah.
Pengertian
Evolusi :
Menurut Ilmu Sejarah
Evolusi adalah perkembangan ekonomi,
social dan politik tanpa adanya paksaaan dari waktu kewaktu secara sedikit demi
sedikit dalam jangka waktu yang lama.
Menurut Ilmu IPA
Menurut Ilmu IPA
Evolusi adalah perkembangan makhluk
hidup dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks menuju
kesempurnaan secara bertahap dan memakan waktu yang lama.
Contoh : Dari binatang atau hewan
kera menjadi manusia , ikan menjadi reptile, dan lain sebagainya.
Evolusi
biologi mencakup dua peristiwa yaitu:
1.
Evolusi anorganik, merupakan
evolusi mengenai asal usul makhluk hidup yang ada di muka bumi ini berdasarkan
fakta dan penalaran teoritis;
2.
Evolusi
organik (evolusi biologis) merupakan evolusi filogenetis, yaitu mengenai
asal usul spesies dan hubungan kekerabatannya.
Perkembangan evolusi dapat dikatakan sangat cepat. Para ahli
belum menemukan alat untuk meneliti
bagian tubuh makhluk hidup secara detail, hal ini merupakan salah satu faktor
yang sangat berpengaruh. Pada waktu itu mikroskop belum ditemukan dan struktur sel
yang rumit belum diketahui sedikitpun, sehingga pendapat Darwin diterima begitu
saja tanpa diuji dengan penelitian lebih lanjut. Teori ini kemudian dikenal di
seluruh dunia.
Dalam perkembangannya, teori evolusi
tidak sepenuhnya terbukti,bahkan ada
sebagian
dari teori yang bisa menjatuhkannya.
Dalam bukunya, Darwin menulis bab yang berjudul “The Difficulties of Theory .
Hal itu dikarenakan masih banyak bagian dari teori evolusi yang belum terbukti.
Darwin berharap penemuan di kemudian hari akan membuktikan adanya evolusi.
Penemuan modern saat ini justru menjatuhkan teori yang dikemukakan oleh
Darwin. Teori evolusi dilandasi oleh
filsafat yang disebut materialisme.Para tokoh evolusi hanya mengandalkan
hipotesa yang tidak terbukti, pengamatan yang penuh prasangka dan tak sesuai
kenyataan.
2.3
Teori Evolusi
Teori evolusi masih dipertentangkan
hingga saat ini.Banyak teori yang telah dikemukakan para ahli, tetapi belum
satupun teori yang dapat menjawab semua fakta dan fenomena tentang sejarah
perkembangan makhluk hidup. Sejak abad ke-6 sebelum masehi, para ahli sudah
mencoba mengemukakan pendapatnya tentang asal usul berbagai jenis makhluk hidup
yang ada didunia, misalnya :
1.
Aristoteles (384 – 322 SM)
Aristoteles adalah
seorang filosof yang berasal dari Yunani, yang mencetuskan teori evolusi. Ia
mengatakan bahwa evolusi yang terjadi berdasarkan metafisika alam, maksudnya
metafisika alam dapat mengubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana
kebentuk yang lebih kompleks.
2.
Anaximander (500
SM)
Anaximander juga merupakan seorang
filosof yang berasal dari Yunani. Ia berpendapa bahwa manusia berawal dari
makhluk akuatik mirip ikan dan mengalami proses evolusi.
3.
Empedoclas (495 –
435 SM)
Empedoclas adalah seorang filosof
Yunani. Ia mengemukakan teori bahwa kehidupan berasal dari lumpur hitam yang
mendapat sinar dari matahari dan berubah menjadi makhluk hidup. Evolusi terjadi
dengan dimulainya makhluk hidup yang sederhana kemudia berkembang menjadi
sempurna dan akhirnya menjadi beraneka ragam seperti sekarang ini.
4.
Erasmus
Darwin (1731 – 1802 SM)
Erasmus Darwin adalah kakek dari Charles Robert Darwin, seorang
tokoh evolusi berkebangsaan Inggris. Teorinya adalah bahwa evolusi terjadi
karena bagian fungsional terhadap stimulasi adalah diwariskan. Ia menyusun buku
yang berjudul Zoonamia yang
menentang teori evolusi dari Lamarck.
5.
Count De Buffon
(1707 – 1788)
Buffon berpendapat bahwa
variasi-variasi yang terjadi karena pengaruh alam sekitar diwariskan sehingga
terjadi penimbunan variasi.
6.
Sir Charles
Lyell (1797 – 1875)
Lyell adalah seorang ilmuwan yang
berasal dari Skotlandia dengan bukunya yang terkenal berjudul Principles of Geology. Di dalam
bukunya tersebut Lyellberpendapat
bahwa permukaan bumi terbentuk melalui proses bertahap dalam jangka waktu yang
lama.
7.
Lamarck
Jean Baptise de Lamarck (1744
– 1829) seorang ahli biologi kebangsaan Perancis, memiliki suatu gagasan dan
menuliskannya dalam bukunya berjudul “Philoshopic”.
Dalam bukunya tersebut Lamarck mengatakan
sebagai berikut :
a. Lingkungan
mempunyai pengaruh pada ciri-ciri dan sifat-sifat yang
diwariskan melalui proses adaptasi lingkungan.
b. Ciri
dan sifat yang terbentuk akan diwariskan kepada keturunannya.
c. Organ
yang sering digunakan akan berkembang dan tumbuh membesar, sedangkan organ yang
tidak digunakan akan mengalami pemendekan atau penyusutan, bahkan akan
menghilang.
8.
Charles Robert
Darwin
Pendapat Charles Darwin tercantum dalam buku yang diberinya judul “on
spesies by means of Natural Selections” & “the descent of man (1857)”. Buku
“on the spesies by means of Natural Selections”. Didalam bukunya termuat ajaran
Darwin mengenai pokok-pokok evolusi, yaitu :
a.
Bahwa makhluk hidup yang ada sekarang berasal dari
makhluk hidup pada masa dulu.
b.
Evolusi terjadi melalui Seleksi Alam (Natural
Selections)
Berawal dari pengamatannya, pemikiran Darwin mengenal adanya variasi mulai berkembang. Darwin kemudian memperoleh ide tentang evolusi yang didasarkan atas pokok-pokok pikirannya, yaitu :
Berawal dari pengamatannya, pemikiran Darwin mengenal adanya variasi mulai berkembang. Darwin kemudian memperoleh ide tentang evolusi yang didasarkan atas pokok-pokok pikirannya, yaitu :
·
Makhluk hidup bervariasi dan beberapa variasi sifatnya
dapat diturunkan. Tidak ada dua individu yang sama persis dalam suatu spesies
(kecuali kembar identik).
·
Setiap populasi cenderung bertambah banyak, karena
setiap makhluk hidup mampu berkembang biak. Untuk berkembang biak perlu adanya
makanan yang cukup. Dan jumlah individu yang dilahirkan lebih banyak daripada
yang dapat bertahan hidup.
·
Kenyataan menunjukkan bahwa pertambahan populasi tidak
berjalan terus-menerus.
·
Individu-individu berkompetisi untuk
memperoleh sumber daya agar mampu bertahan hidup.
·
Sifat-sifat yang diwariskan milik beberapa individu
membuat mereka dapat bertahan hidup dan bereproduksi pada keadaan lingkungan
tertentu.
·
Akibat dari seleksi lingkungan tersebut, hanya
individu yang adaptif terhadap lingkungan yang dapat hidup dan menurunkan sifat
adaptif tersebut. Seleksi alam akhirnya akan mengubah sifat dalam populasi,
bahkan menghasilkan spesies baru.
Pokok-pokok
pikiran dalam teori Darwin tersebut dapat dilihat dari hasil pengamatan
sehari-hari yang dapat kita jumpai, antara lain sebagai berikut :
a.
Adanya variasi individu dalam satu keturunan
b.
Bertambah banyaknya populasi
c.
Adanya perjuangan suatu spesies untuk bertahan hidup
d.
Adanya peristiwa seleksi alam.
9.
August Weismann
Weismann
berpendapat bahwa sel-sel tubuh tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Ia
membuktikan pendapatnya dengan mengawinkan dua tikus yang dipotong ekornya.
Hingga generasi ke-21, semua tikus tadi berekor panjang.
Weismann menyimpulkan bahwa :
Weismann menyimpulkan bahwa :
a.
Perubahan sel tubuh karena pengaruh lingkungan tidak
akan diwariskan kegenerasi berikutnya. Hal ini membuktikan bahwa teori lamarck
tidak benar.
b.
Evolusi adalah masalah pewarisan gen-gen melalui sel
kelamin atau evolusi adalah gejala seleksi alam terhadap faktor-faktor
genetika.
2.4
Faktor-faktor yang mempengaruhi evolusi
1.
Perkawinan Tak Acak
Perkawinan
umumnya dipengaruhi faktor pilihan, misalnya pada burung merak betina lebih
memilih merek jantan dengan bulu ekor yang besar dan indah, dan manusia
cenderung mengembangkan hewan atau tumbuhan yang mengguntungkan sehingga akan
terjadi kepunahan pada suatu spesies.
2.
Migrasi
Suatu spesies dapat terasing dari spesies-spesies sesamanya & hidup didaratan yang berbeda karena dipisahkan oleh suatu wilayah. Sehingga dapat diartikan bahwa migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu bioma kebioma yang lain (Bioma adalah sekelompok hewan atau tumbuhan yang tinggal disuatu lokasi geografis tertentu).
Suatu spesies dapat terasing dari spesies-spesies sesamanya & hidup didaratan yang berbeda karena dipisahkan oleh suatu wilayah. Sehingga dapat diartikan bahwa migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu bioma kebioma yang lain (Bioma adalah sekelompok hewan atau tumbuhan yang tinggal disuatu lokasi geografis tertentu).
3.
Hanyutan Genetik (ingsut genetik)
Hanyutan
genetik merupakan perubahan frekuensi alel dari satu generasi kegenerasi berikutnya
yang terjadi karena alel pada suatu keturunan merupakan sample acak (random
sample) dari orang tuanya, selain itu ia juga terjadi karena peranan
probatilitas (kemungkinan) dalam penentuan apakah suatu individu akan bertahan
hidup dan berproduksi atau tidak
4.
Seleksi Alam
Seleksi alam
merupakan proses dimana mutasi genetik yang meningkatkan keberlangsungan dan
reproduksi suatu organisme menjadi atau tetap/lebih umum dari generasi yang
satu kegenerasi yang lain pada suatu populsi.
5.
Mutasi
Mutasi adalah perubahan yang terjadi
pada bahan genetik (DNA maupun RNA) baik pada taraf urutan gen (disebut mutasi
titik) maupun pada taraf kromosom. Mutasi gen merupakan perubahan struktur
kimiawi dari gen yang terjadi tanpa atau karena pengaruh faktor luar alami buatan.
6.
Rekombinasi dan Seleksi
Rekombinasi genetik adalah proses
pemutusan seunting bahan genetik (biasanya DNA, namun juga bisa RNA) yang
kemudian diikuti oleh penggabungan dengan molekul DNA lainnya. Rekombinasi
genetik berlangsung melalui perkawinan dan dapat menimbulkan perubahan gen pada
generasi berikutnya.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 PRO DAN
KONTRA TEORI EVOLUSI
Teori evolusi mendapatkan banyak
kritik dan menimbulkan pro dan kontra dari beberapa ahli yaitu :
1. Lamarck
versus Darwin
Pertentangan ini di mulai ketika di
temukannya fosil-fosil jerapah dengan leher pendek. Menurut Lamarck dahulu kompetisi untuk memperoleh makanan sangat
lah tinggi. Sehingga, jerapah harus memperoleh makanan nya di dahan yang
tinggi. Untuk memperoleh makananya maka
jerapah memaksa memanjangkan lehernya untuk memperoleh makanannya, sehingga leher jerapah tersebut menjadi panjang. Menurut Lamarck panjang leher tersebut kemudian di wariskan kepada keturunannya berikutnya.
Menurut Darwin penemuan fosil jerapah leher pendek tersebut bukan karena perubahan fisik jerapah tapi karena adanya seleksi alam. Dahulu ada 2 jenis jerapah yaitu jerapah leher pendek dan jerapah leher panjang. Sama dengan Lamarck karena kompetisi mencari makanan sangat tinggi sehingga jerapah harus mengambil daun di dahan yang tinggi. Karena jerapah leher pendek tidak dapat memperoleh makanannya sehingga jenis jerapah leher pendek banyak yang mati. Karena hal ini berlangsung terus menerus menyebabkan jerapah leher pendek punah dan yang hanya tersisa jerapah leher panjang hingga sekarang.
jerapah memaksa memanjangkan lehernya untuk memperoleh makanannya, sehingga leher jerapah tersebut menjadi panjang. Menurut Lamarck panjang leher tersebut kemudian di wariskan kepada keturunannya berikutnya.
Menurut Darwin penemuan fosil jerapah leher pendek tersebut bukan karena perubahan fisik jerapah tapi karena adanya seleksi alam. Dahulu ada 2 jenis jerapah yaitu jerapah leher pendek dan jerapah leher panjang. Sama dengan Lamarck karena kompetisi mencari makanan sangat tinggi sehingga jerapah harus mengambil daun di dahan yang tinggi. Karena jerapah leher pendek tidak dapat memperoleh makanannya sehingga jenis jerapah leher pendek banyak yang mati. Karena hal ini berlangsung terus menerus menyebabkan jerapah leher pendek punah dan yang hanya tersisa jerapah leher panjang hingga sekarang.
2. Darwin
Versus Weisman
Weisman
tidak menentang teori Darwin tetapi hanya menegaskan bahwa sifat-sifat hasil
dari seleksi alam tidaklah dapat di turunkan kepada keturunannya. Menurutnya Evolusi adalah menyangkut maslah
bagaimana pewarisan genetika melalui sel-sel kelamin, dengan kata lain evolusi adalah gejala seleksi alam
terhadap faktor-faktor genetika.
Hubungan hal tersebut dengan teori Darwin adalah
bahwa jerapah-jerapah leher pendek gennya bersifat resesif sedangkan, jerapah
leher panjang bersifat dominan. Jerapah yang ber-gen resesif jumlah nya akan
lebih sedikit dari pada jerapah yang berleher panjang dan tidak mampu untuk
beradaptasi dengan lingkungan. oleh karena itu jerapah yang berleher pendek pun
punah.
3.
Lamarck versus Weismann
Menurut Lamarck, lingkungan berpengaruh
terhadap makhluk hidup. Secara alami kondisi lingkungan senantiasa berubah.
Agar tetap lestari, makhluk hidup harus beradaptasi. Artinya, makhluk hidup
juga mengalami perubahan. Perubahan tersebut akan diwariskan kepada
keturunannya dari generasi ke generasi.
Lamarck dikenal dengan paham Use
and disuse yang secara sederhana di jelaskan sebagai berikut :
a.
Mahkluk
yang sederhana merupakan nenek moyang dai mahluk yang lebih kompleks
b.
Mahluk
hidup akan selalu beradaptasi dengan lingkungan dengan menggunakan organ tubuhnya
c.
Organ
tubhn yang sering di gunakan akan berkembang terus sedangkan yang tidak di
gunakan akan menghilang
d.
Perubahan
organ tubuh tersebut akan di wariskan ke keturunannya selanjutnya.
Pandangan Lamarck
tersebut ditentang oleh Weismann, biologi Jerman. Untuk menentang teori
Lamarck, Weismann malakukan percobaan. Ia memotong ekor tikus jantan dan betina
yang dimaksudkan sebagai pengaruh factor lingkungan terhadap tikus. Weismann
melakukan percobaan sampai keturunan ke-50. Weismann berharap akan muncul
keturunan yang tanpa ekor. Namun sampai keturunan ke-51 dan seterusnya,
keturunan tikus selalu memiliki ekor. Ini berarti perubahan yang diberikan atau
diterima dalam lingkungan tidak akan diwariskan sampai ke keturunan.Berdasarkan
percobaan tersebut, Weismann berpendapat bahwa perubahan jaringan tubuh yang
disebabkan karena lingkungan tidak akan diwariskan kepada keturunannya.
Perubahan akan diwariskan kapada lingkungan bila perubahan pada gen pada
sel-sel germinal dan sel-sel gamet. Jadi, makhluk hidup dapat berubah jika
sel-sel germinal dan sel-sel gamet yang dikandungnya mengalami perubahan.
Perubahan pada gen akan diwariskan kepada keturunannya. Perubahan lingkungan
yang tidak mempengaruhi gen, tidak bepengaruh terhadap keturunannya.Ini berarti
bahwa teori seleksi alam yang dikemukakan Darwin adalah seleksi terhadap
factor-faktor genetika. Dengan kata lain bahwa evolusi adalah proses seleksi
alam terhadap faktor genetika. Dari uraian di atas tampak bahwa Weismann telah
berhasil menerapkan faktor genetika terhadap evolusi.
4.
Penolakan
Teori Darwin dari Sudut Pandang Keilmuan dan Islam
Teori
evolusi Darwin merupakan kejadian yang di catat sebagai salah satu peristiwa
sejarah yang telah mempengaruhi pemikiran dan kepercayaan manusia di dunia.
Konsekuensi dan implikasi negative dari teori evolusi ini meluas melampaui
ilmu-ilmu biologi bahkan sampai ke wilayah agama.
Pandangan para ilmuan yang
mengkritik teori Darwin diantaranya adalah sebagai berikut:
a.
W. R. Thompson
Arah evolusi yang digerakkan oleh
seleksi alam untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dan perlengkapan
masing-masing spesies untuk bertahan hidup dan meneruskan karekteristik kepada
keturunannya sehingga akan terus bertambah dan berubah dalam jumlah. Darwin
hanya merujuk kepada fakta-fakta
mekanisme dan kerja seleksi alam secara ilmiah. Doktrin Darwin bahwa spesies
berawal dari evolusi seleksi alam, dan asal-usul bentuk-bentuk kehidupan lewat
penurunan dengan modifikasi, serta adanya transformasi dengan mengalami
perubahan kecil yang terus menumpuk dalam strukturnya akibat seleksi alam,
sehingga terjadi perubahan spesies tetapi demonstrasi ini tidak dapat
menunjukkan contoh konkrit dari transmutasi nyata serta mekanisme yang
menghasilkan berbagai macam bentuk kehidupan.Penyelidikan hereditas, variasi,
dan mutasi secara ilmiah oleh para ahli yang sejak lama berlangsung hingga
sekarang serta ilmu taksonomi meruntuhkan teori Darwin tersebut.
b.
Sayyed Hussein Nasr
·
Dipandang dari sudut metafisika, realitas sebuah
spesies bukan hanya berupa manifestasi materialnya, tetapi sebuah gagasan yang
jejaknya dalam bentuk materi tidak membatasi dan menyerap semua realitas
esensialnya yang tetap terlepas dari materi.
·
Suatu spesies tidak dapat berkembang menjadi spesies
lainkarena setiap spesies adalah sebuah realitas independen yang secara
kalitatif berbeda dari spesies lain.
·
Pohon silsilah heackle tampaknya berisikan
kontradiksi-kontradiksi yang nyata dan lebih didasarkan pada fantasi dari pada
bukti ilmiah.
·
Pertentangan terhadap teri evolusi terus berlanjut
pada garis ilmiah, tidak hanya naturalis dan ahli biologi abad ke-19 seperti
Louis agassie yang menentang evolusi Darwin, tetapi juga ilmuan-ilmuan
kontemporer seperti bournource, Bertrand-sernet, Collins, clark coullery,
lemoine, dewar, dan lain-lain.
·
Pada puncaknya,beberapa orang mengatakan di
dunia tempat kita hidup ini evolusi sama sekali tidak terjadi, begitu pula
pecobaan-percobaan laboratorium tentang transformasi.
c.
Michael Negus
Penolakan tentang
teori Darwin (yang mengatakan bahwa semua makhluk hidup berkembang dari bahan
anorganik, dari molekul-molekul anorganik berkembang menjadi makhluk organic
dan setelah itu seluruh tumbuhan dan hewan di turunkan lewat sebuah proses
mutasi genetik dan seleksi alam) adalah dengan cara:
1.
Menggunakan gagasan informasi matematis bahwa organism
hidup memilki kuantitas informasi yang jauh lebih besar dari pada benda mati,
jadi semua organisme hidup mempertahankan informasi atau kehilangan informasi.
2.
Ketersediaan energy bagi sel-sel hidup dihentikan,
cepat atau lambat (bergantung suhu) system hidup akan rusak.
3.
Proses fisika yang spontan yang disebabkan oleh
kecenderungan termodinamika alami arah peningkatan ketidakteraturan, kehilangan
informasi, dan akhirnya kematian (hkum termodinamika kedua).
4.
Ada dua kesalahan dari teori Darwin, yaitu kesalahan
menyingkirkan fakta ilmiah yang sudah ada (usia bumi atau dimensi ruang dan
waktu dari alam semesta), dan kesalahan menerima doktrin semu (kemajuan evolusi
beserta semua akibatnya).
d.Osman Bakar
a.
Kesimpulan penting tentang status teori Darwin Pertama
adalah, sepanjang sejarahnya, teori evolusi telah terus dikritik atau ditentang
oleh bagian masyarakat ilmiah; kedua, para evolusionis beralih kepada
praktik-praktik yang tidak ilmiah dalam usaha menyakinkan dominasi dan
supremasi teoei evolusi bukan saja kepada kelompok ilmiah, tapi juga diantara
masyarakat luas; ketiga, pada permulaan paruh kedua abad ini adanya
peningkatan nyata dalam volume kritik ilmiah terhadap berbagai aspek teori
evolusi dan keempat, banyak ilmuan yang meragukan kegunaan teori evolusi
bagi keseluruhan disiplin ilmu biologi.
b.
Kritik-kritik metafisika, filosofis, ilmiah dan
relegius terhadap teori Darwin terus terjadi, masa depan teori ini menurut Tom
Bethell sedang mendekati kejatuhannya sekarang ia dalam proses pembuangannya.
e.
Harun Yahya
Beberapa hal
yang ditolak dari teori evolusi Darwin diantaranya adalah:
a.
Penolakan terhadap teori evolusi Darwin yang
menyebutkan bahwa makhluk hidup di muka bumi ini ada sebagi akibat dari
peristiwa kebetulan dan muncul dengan sendirinya dari kondisi alamiah.
b.
Penolakan terhadap teori evolusi Darwin yang
menyebutkan bahwa kehidupan di mulai dari sel yang pertama muncl dari factor
kebetulan secara mandiri lalu sel ini berkembang dan berevolusi, dan dengan
mengambil bentuk-bentuk yang berbeda-beda, menghasilkan berjuta-juta spesies
makhluk hidup di bumi.
3.2 Pandangan agama islam tentang teori evolusi
1.
Alam semesta dengan seluruh isinya, baik yang dapat
ditangkap oleh panca indra maupun tidak merupakan Ciptaan Allah Swt, yang
dengan sengaja diciptakan oleh Allah.
Teori yang mengatakan alam semesta dengan seluruh isinya berasal dari
kejadian yang spontan, kebetulan, dan tiba-tiba, nyata-nyata bertentangan
dengan agama Islam.
2.
Keragaman
makhluk sengaja diciptakan Allah dan setiap jenis makhluk diciptakan secara
kompleks, lengkap rumit, teratur, dalam bentuk,ukuran, dan proses atau waktu
yang tepat, serta disusun dari komponen secara seimbang dan akurat.
Teori Darwin yang menyatakan bahwa keragaman jenis makhluk berasal dari
satu sel organism yang sederhana kemudian berkembang menjadi berbagai jenis
makhluk sampai manusia karena seleksi alam, nyata-nyata teori itu bertentangan
dengan agama Islam.
3.
Manusia diciptakan Allah dalam bentuk yang amat baik,
makhluk yang terhormat disisi Allah, sehingga dijadikan Kholifah yang ada di
Bumi.
Teori yang menyatakan bahwa manusia berasal dari hewan (kera) yang
berevolusi karena seleksi alam, nyata-nyata teori itu bertentangan dengan agama
Islam.
4.
Setiap jenis makhluk hidup termasuk manusia dengan
jutaan gen dan triliunan DNA (berisi informasi genetic) secara spesifik, system
yang kompleks yang merupakan ciptaan Allah Swt. Oleh karena itu kerja seleksi
alam tak akan mampu mengubah kera menjadi manusia, berarti teori Darwin jelas
tidak masuk akal dan tidak bias dipercaya. Secara mutlak bahwa teori evolusi
Darwin dan para pengikutnya bertentangan dengan ajaran agama Islam.
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Dari
hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pendapat
dari beberapa ahli mengenai teori evolusi. Terdapat banyak pernyataan yang tidak rasional dalam teori
evolusi. Pada dasarnya teori evolusi Darwin bertentangan dengan Sains dan Islam.
Teori yang mengatakan alam semesta dengan seluruh isinya berasal dari kejadian
yang spontan, kebetulan, dan tiba-tiba, nyata-nyata bertentangan dengan agama
Islam.Teori Darwin yang menyatakan bahwa keragaman jenis makhluk berasal dari
satu sel organisme yang sederhana kemudian berkembang menjadi berbagai jenis
makhluk sampai manusia karena seleksi alam, nyata-nyata teori itu bertentangan
dengan agama Islam. Oleh karena itu
kerja seleksi alam tak akan mampu mengubah kera menjadi manusia, berarti teori
Darwin jelas tidak masuk akal .
4.2 Saran
Ilmu adalah sesuatu yang sangat berharga. Terdapat bermacam
teori yang bisa dijadikan sebagai ilmu. Salah satunya adalah teori evolusi.
Tetapi teori evolusi ternyata menyimpan banyak ketidakrasionalan di dalamnya.
Teori ini sebenarnya tidak di dasari oleh penelitian. Pendapat para ahli
evolusi hanyalah manipulasi ilmiah. Terdapat banyak ketidakrasionalan dalam
teori evolusi. Untuk itu kita tidak
boleh begitu saja menerima hal tersebut. Kita harus meneliti sebuah teori
sebelum mengaplikasikannya dalam kehidupan.
DAFTAR
PUSTAKA
Yunus, Rahman, 2006, Teori Evolusi Darwin dalam
Pandangan Sains & Islam, Jakarta: Prestasi
Mukti, Cahyo, dkk.2014. Biologi. Cipta Pustaka.
Campbell. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta:
Erlangga
Campbell,Neil A.Jane B Reece,Lawrence
G.Mitchell.1999.Biologi,Benjamin
Yasin Sanjaya.2010.Pro dan Kontra Pada Evolusi di Dunia.Artikel.Diakses 02/12/2014
Game Android
BalasHapusNah ini yang saya cari
Informasi Terbaru
Sangat bermanfaat dah
Nah ini yang saya butuhkan buat tugas
BalasHapusKESIMPULAN TEORI DARWIN